Apa Itu Dropship dan Perbedaannya dengan Reseller
02Oct

Apa Itu Dropship dan Perbedaannya dengan Reseller?

Tidak semua orang terlahir di dunia ini punya modal yang cukup untuk bisa memulai bisnis yang mereka inginkan. Akan tetapi, ada suatu masalah yakni untuk menjadi bisnis yang berhasil dan sukses merupakan salah satu mimpi dan harapan bagi beberapa orang. Lalu bagaimana dengan nasib mereka yang ingin impiannya tercapai akan tetapi tidak punya modal yang cukup untuk bisa memulai bisnis itu.

Nah, saat ini sedang ada loh bisnis yang sedang trend. Bisnis tersebut adalah bisnis online dengan menggunakan beberapa sistem yakni sistem dropship dan juga reseller. Kedua sistem bisnis tersebut sama-sama menjual suatu produk bukan milik sendiri alias milik orang lain.

Apa itu Dropship dan Reseller?

Nah, sebelum kamu masuk ke dunia bisnis online dengan sistem dropship dan reseller, maka kamu harus tahu dulu apa itu yang dimaksud dengan dropship dan reseller itu sendiri.

Dropship adalah suatu teknik atau cara untuk melakukan pemasaran secara online, yang mana para pelaku bisnis marketplace online maupun seorang penjual harus selalu menyimak stok barang yang banyak. Hal tersebut dikarenakan ketika si penjual dapat orderan, maka si penjual tersebut akan langsung meneruskan orderan itu beserta dengan detail pengirimannya kepada produsen, supplier maupun distributor yang telah bekerjasama dengan dia.

Lalu apa itu yang disebut dengan reseller? Nah, reseller ini merupakan si pelaku bisnis online itu sendiri atau seseorang yang menjualkan suatu produk kembali ataupun jasa yang berasal dari distributor, supplier maupun produsen yang juga telah bekerjasama dengan si pelaku bisnis itu. Nah, di sini beda dengan sistem dropship yang mana seorang reseller ini punya stok barang yang kemudian ia jual lagi.

Perbedaan Dropship dan Reseller

Nah, tentunya dari penjelasan di atas kamu sudah mulai tahu sedikit-sedikit perbedaan antara dropship dan reseller bukan? Di bawah ini akan kami berikan ulasan lebih banyak tentang perbedaan antara dropship dan reseller. Yuk simak!

  • Stok Barang

Perbedaan pertama dan merupakan perbedaan yang paling mendasar antara dropship dan reseller yakni dilihat dari sisi stok barang. Untuk seorang reseller, maka untuk menjual barang ia harus membelinya terlebih dahulu dengan jumlah barang yang banyak kepada produsen, supplier maupun distributor.

Mengapa kamu harus membeli stok barang dengan jumlah yang banyak? Hal tersebut dikarenakan supaya harga barang yang ia dapatkan kompetitif. Dengan begitu maka margin atau selisih antara harga pembelian dengan harga barang yang dijual akan semakin besar.

Lalu bagaimana stok barang pada sistem dropship? Pada sistem dropship ini kamu tidak perlu repot-repot stok barang. Kamu hanya disuruh untuk fokus pada pencarian konsumen saja, kemudian saat ada orderan dari konsumen, maka seorang dropshipper akan langsung meneruskan orderan tersebut beserta detail pengirimannya kepada distributor, supplier maupun produsen.

  • Modal

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa seorang reseller harus punya stok barang dalam jumlah yang banyak dan tentunya harus punya modal yang cukup. Sedangkan untuk seorang dropshipper hanya menggunakan modal pulsa maupun kuota internet saja. Bisa dikatakan bahwa seorang dropshipper tidak butuh modal sedikit pun.

  • Keuntungan

Sedangkan perbedaan antara dropship dan reseller dilihat dari sisi keuntungannya, yakni seorang reseller punya lebih banyak keuntungan dibandingkan dropshipper. Hal tersebut dikarenakan reseller mendapatkan harga yang begitu kompetitif. Caranya yaitu dengan membeli produk yang akan dijual dengan jumlah yang banyak kepada supplier, produsen maupun distributor.

Nah, di situlah seorang reseller akan lebih merasa leluasa dalam menjualkan barang-barangnya dengan memberikan harga selisih yang tinggi. Dengan begitu margin keuntungannya juga akan semakin besar.

  • Strategi Pemasaran¬†

Perbedaan selanjutnya antara dropship dan reseller yaitu pada segi strategi pemasarannya. Untuk seorang reseller bisa menawarkan barang-barang yang akan dijual secara langsung. Hal tersebut dilakukan karena reseller punya stok barang yang ingin di jual. Nah, sedangkan seorang dropshipper tidak begitu, sebab seorang dropshipper tidak punya stok barang. Ia bisa memasarkan produk-produknya melalui sosial media seperti Instagram, website dan lain sebagainya.

  • Risiko

Selanjutnya adalah perbedaan yang dilihat dari segi risiko yang diterima antara reseller dan dropship. Jika seorang reseller akan punya tingkat risiko kerugian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan dropshipper. Hal tersebut dikarenakan seorang reseller akan menyimpan stok barang-barangnya.

Apabila stok barang-barang itu sudah tidak laku lagi untuk dijual, maka seorang reseller pun akan dapat risiko berupa kerugian. Sedangkan untuk seorang dropshipper tidak akan mendapatkan risiko kerugian jika barang-barang yang dipasarkannya tidak laku.

Apabila dilihat dari segi fokus pekerjaannya, maka seorang reseller memiliki tugas untuk mencari calon pembeli yang akan membeli barang-barangnya, kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengemasan atau packing barang dan pengiriman barang ke alamat pembeli. Sedangkan untuk seorang dropshipper tidak perlu repot-repot lagi dalam masalah packing barang beserta dengan pengirimannya.

Seorang dropshipper hanya punya tugas untuk memasarkan barang-barang saja, mencari calon pembeli serta menghubungi pemilik barang atau supplier apabila ada orderan yang datang dari konsumen. Bahkan cara untuk menjadi dropshipper juga sangat mudah. Caranya hanya dengan mencari supplier serta mendaftarkan diri sebagai seorang dropshipper.

Untuk masalah pendaftarannya sendiri juga biasanya tidak dikenai biaya alias gratis. Bahkan juga tidak ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Kamu sudah mulai bisa berjualan secara online sebagai seorang dropshipper setelah kamu memperoleh katalog produk dari supplier yang sudah bekerjasama denganmu.

Bisnis Online GrabKios yang Menguntungkan

Nah, selain menjadi seorang reseller maupun seorang dropshipper, ada juga bisnis online lainnya yang sangat menguntungkan yakni menjadi Mitra GrabKios. Apa sih itu GrabKios? GrabKios merupakan aplikasi warung digital serba bisa. Selain itu, GrabKios ini juga merupakan ke dalam salah satu marketplace yang sudah ada di Indonesia.

Nah, dengan menggunakan GrabKios ini, maka kamu sudah bisa melakukan penjualan apabila kamu sudah registrasi sebagai Mitra GrabKios. Nah, dari tiap-tiap barang yang nantinya akan kamu jual, maka di sana akan ada komisi yang bisa kamu dapatkan. Jadi, semakin banyak jumlah barang-barang yang berhasil kamu jual, maka akan semakin banyak pula komisi yang bisa kamu dapatkan. 

Apalagi bisnis online GrabKios ini termasuk ke dalam bisnis online yang sangat fleksibel. Hal tersebut dikarenakan kamu bisa menjalankan GrabKios di sela-sela waktu luang kamu. Dengan begitu GrabKios ini juga sangat cocok untuk kamu yang masih mahasiswa. Bisa kamu jadikan sebagai pekerjaan paruh waktu atau pekerjaan sambilan.

Jadi, bagaimana apakah kamu mau mendapatkan untung besar namun kerja dengan sangat mudah dan fleksibel? Solusinya ya dengan ikut menjadi Mitra GrabKios. Dijamin dengan menjadi Mitra GrabKios, maka kamu bisa nambah-nambah penghasilan kamu. Kan lumayan untuk uang jajan di kampus bukan? Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *