26Feb

Bagaimana cara menghitung keuntungan penjualan? Yuk cari tahu di sini!

Kamu pemula dalam memulai bisnis? Masih bingung untuk menentukan seberapa besar keuntungan yang didapatkan? Hehe tenang aja, hal kayak gitu emang wajar banget dihadapi oleh pebisnis pemula. Nah, makanya nih, pada kesempataan ini kita mau bahas tentang berapa persen sih keuntungan ideal yang bisa diambil dalam pendapatan jualan kita.

 

Nah, emangnya berapa persen sih keuntungan yang ideal untuk penjualan?

Jawabannya: relatif!

Iya, relatif. Kenapa sih relatif? Karena sebenarnya dalam berjualan kamu bisa bebas menentukan sendiri keuntungan yang kamu mau. Tapi yang paling penting adalah bagaimana cara kamu menghitung keuntungan penjualanmu sendiri.

Terus, gimana sih caranya? Ini dia 5 langkah yang bisa kamu lakukan nih. Yuk bahas bareng-bareng!

 

1. Tentukan dulu total pendapatan usaha

Untuk menghitung keuntungan usaha, kamu perlu menambah seluruh pendapatan yang kamu peroleh dalam periode tertentu (misalnya per bulan, tiga bulan, tahun, dan sebagainya). Pendapatan usaha merupakan seluruh hasil pendapatan yang kamu peroleh dari hasil usaha, bisa berasal dari produk yang terjual, jasa yang diberikan, dan lainnya. Nah, jangan lupa untuk mengurangi jumlah pendapatanmu jika ada retur barang yang dipesan, biar gak terjadi salah hitung nantinya.

 

2. Hitung beban-beban yang dikeluarkan

Ngitung jumlah pendapatan udah, nah sekarang hitung juga jumlah beban yang dikeluarkan. Beban yang dihitung ialah seluruh beban yang berkaitan dengan usaha, tergantung jenis usaha yang digunakan. Contoh kecilnya nih, selama berjualan, dalam sebulan kamu perlu membayar sewa kios tempat berjualan, ongkos perjalanan pulang pergi dari warung ke rumah, biaya makan, atau biaya listrik. Nah, biaya-biaya inilah yang menjadi beban usaha. Mau besar atau kecil beban tersebut harus tetap dicatet ya! Jangan sampai kelewat semua beban-beban yang dikeluarkan karena, beban-beban tersebut berpengaruh dengan keuntungan yang kamu dapat. Ini penting banget lho gaes! Soalnya, biasanya para pebisnis pemula masih susah untuk menentukan jumlah beban mereka. Contohnya nih, seorang penjual pulsa biasa mencatat pesanan pelanggannya di sebuah buku. Nah, ketika bukunya abis terus dia beli buku lagi untuk mencatat pesanan pelanggan. Karena harga buku tulis gak begitu mahal, biasanya gak dianggap sebagai beban. Padahal, hal tersebut salah banget! Seberapapun biaya yang dikeluarkan untuk usaha, harus tetap dianggap sebagai beban ya!

 

3. Kurangi pendapatan usaha yang didapat dengan beban-beban usaha

Nah, jumlah pendapatan udah tau, jumlah beban juga udah. Sekarang, saatnya kamu mengurangi jumlah pendapatan dengan jumlah beban agar mengetahui jumlah keuntunganmu. Nilai yang didapat dari keuntungan usaha menggambarkan jumlah uang yang kamu dapat dalam periode jualan yang kamu tentukan. Kamu bebas menggunakan keuntunganmu untuk apa saja. Bisa untuk membayar pinjaman, ditabung, atau ditambahkan ke modal. Misalkan, kamu seorang pedagang pulsa pemula. Pada bulan tersebut kamu memiliki keuntungan sebesar Rp5.000.000,-. Kamu bisa menggunakan Rp2.000.000,- untuk ditambahkan sebagai modal pulsa.

 

4. Kalau hasilnya minus, tandanya kamu mendapatkan “kerugian bersih”

Lho kok setelah dihitung hasilnya minus ya? Kok malah gedean bebannya ya? Nah, ini tandanya kamu mendapatkan kerugian bersih atau merugi. Kalau udah kayak gini, saatnya kamu harus fokus nih. Soalnya, kamu lebih banyak mengeluarkan uang untuk jualan daripada yang bisa didapatkan. Kondisi seperti ini perlu banget untuk dihindari! Meski ada sih usaha yang awalnya mengalami kerugian dulu akibat melakukan pinjaman untuk memulai usahanya. Jadi, keuntungan yang didapat dipakai untuk membayar hutang tersebut. Meski ada sih perusahaan yang awalnya merugi karena banyak pinjaman atau modal dari tambahan modal dari investor, tapi akhirnya bisa lebih baik lagi. Kayak Amazon.com yang kehilangan banyak uang selama 9 tahun (1994-2003) sebelum akhirnya mendulang keuntungan.

 

5. Perhatikan detil perhitungan pendapatan dan beban-beban di catatan keuanganmu

Menghitung keuntungan memang sepertinya gampang karena hanya mengurangi pendapatan dengan beban. Tapi, bagian paling sulit dalam menghitung keuntungan ialah menemukan informasi mengenai pendapatan dan pengeluaran yang akurat. Makanya nih, sebaiknya buatlah catatan yang rapi mengenai pendapatan dan beban usahamu. Nah, catatan ini bisa disebut juga dengan laporan laba rugi. Laporan ini biasanya berisi detil laporan sumber pendapatan atau pengeluaran usaha, dan jumlah total keuntungan selama periode tertentu (biasanya jumlah ini akan ditulis dibagian bawah laporan laba rugi). Kalau perhitungan pendapatan dan pengeluarannya tepat, maka perhitungan keuntungannya pun juga tepat.

 

Udah jelas belum cara informasinya? Mulai sekarang, yuk catat semua pendapatan dan pemasukkanmu secara rinci agar kamu bisa mengetahui keuntunganmu!

Oke, sampai situ dulu ya pembahasan kita kali ini. Bagi kamu yang sudah lama menjalani usaha, mungkin kamu bisa berbagi pengalamanmu mengenai cara menghitung keuntungan atau menentukan keuntungan yang kamu punya di kolom komentar ya!

 

Sumber: id.wikihow.com/Menghitung-Keuntungan-Usaha

Diskon hingga 50%
Spesial untuk Mitra Baru

DAFTAR SEKARANG!
Diskon hingga 50%, Spesial untuk Mitra Baru DAFTAR SEKARANG!