28Feb

Sepenting itukah branding untuk sebuah usaha?

Branding adalah hal penting bagi suatu merek atau produk yang bertujuan agar produknya dikenal masyarakat dan bertahan lama di pasaran.

Pada dasarnya, branding merupakan cara sebuah merek dalam menyampaikan arti sesungguhnya ‘jiwa’ yang dimiliki produknya. Makanya, branding harus dibuat dengan menarik dan diceritakan dengan cara yang selalu fresh agar tetap relevan di masyarakat.

Untuk memiliki pengetahuan lebih mengenai bagaimana dan apa saja yang diperlukan dalam proses branding, simak beberapa hal penting dalam bidang branding di bawah ini.

 

Gak cuma harus dikenal, tapi harus ‘kuat’ di masyarakat.

Sebuah merek, agar bisa mengakar, harus terlebih dulu dikenal, atau yang bisa dikenal sebagai proses awareness. Pengenalan tersebut untuk membentuk sikap dan asosiasi-asosiasi terhadap merek. Pengenalan ini harus terus dibangun dengan menyusun strategi pengelolaan merek agar implementasinya solid.

Selain itu, data dan riset turut berperan penting dalam proses pengakaran merek yang kuat. Sebelum menyampaikan arti sesungguhnya sebuah merek perlu diketahui target konsumennya.

Selain siapa target yang dituju, penting juga untuk tahu apa gaya hidup, dan nilai-nilai yang mereka junjung agar tepat sasaran. Jika ingin memasarkan produk untuk anak muda, perlu tahu orang-orang tersebut sedang dalam fase hidup apa dan mencari apa, apakah mereka anak muda yang haus berkreasi ataukah tipe anak muda yang ingin memulai usaha?

Kadang orang-orang memiliki prasangka, bahwa untuk memasarkan sebuah merek hanya perlu visual yang bagus. Sebenarnya ada tugas panjang, yaitu membuat data, ini penting agar sebuah merek terus relevan dan pengenalannya tetap up to date.

Sedangkan, ikatan emosi antara produk dengan konsumen adalah hal yang penting. Produk harus dapat memberi apa yang dibutuhkan konsumennya.

 

Memiliki posisi yang matang

Sebuah merek atau produk perlu memiliki dasar-dasar yang kuat sebelum memulai proses branding ke masyarakat. Dibutuhkan sebuah posisi yang matang agar produk tersampaikan sepenuhnya kepada para konsumen.

Selain itu, perlu untuk mencari tahu apa yang ingin difokuskan dari produk tersebut agar memudahkan proses pemasaran. Pesan yang diberi sebuah merek tidak boleh omdo (omong doang) atau dalam kata lain harus terlihat nyata. Sebagai contoh, merek mobil Volvo yang memposisikan dirinya sebagai mobil paling aman di dunia dan hal itu dibuktikan dengan menggunakan teknologi yang memang dibuat untuk memberikan keamanan maksimal bagi pengendaranya.

Posisi yang matang dari sebuah merek adalah salah satu strategi yang diperlukan agar merek bisa tertanam kuat di benak konsumen. Merek harus memiliki sebuah esensi. Sesederhana memberi tahu kepada publik apa yang dapat merek tersebut kontribusikan kepada dunia. Setelah itu baru rancang identitas merek karena sebuah merek harus bisa menjadi acuan dalam membangun narasi tentang ‘siapa’ merek itu dan ‘apa’ yang dilakukannya.

Setelah itu, tindak lanjutnya adalah menyelaraskan elemen pengenal merek seperti logo dan memastikan semua sejalan dengan narasi merek tersebut. Narasi merek adalah hal-hal yang ingin ditanamkan asosiasinya kepada publik, disebut sebagai narasi karena harus ada pesan yang ingin disampaikan dan tetap relevan dengan tujuan merek terkait.

Contohnya narasi kuat dari Air Asia dan berbunyi ‘Now everyone can fly’, ini merupakan narasi yang kuat.

Namun, perlu diperhatikan bahwa narasi berbeda dengan slogan. Jika slogan bersifat temporer, narasi merek seharusnya sesuatu yang bisa jadi sesuatu yang berjangka panjang.

 

Pengenalan keberadaan produk

Aktivasi merek bertujuan dalam pengenalan produk adalah hal penting untuk meningkatkan ikatan emosi ke benak konsumen dengan memasukkan nilai ke alam bawah sadar melalui slogan, jingle, atau tampilan visual,

Pengenalan diperoleh melalui pengenalan penggunaan dan keberadaan produk di kehidupan sosial konsumen. Pengenalan ini dapat diperoleh melalui komunikasi pemasaran juga.

 

Masuk ke komunitas

Ada beberapa mereka yang berhasil membuat fans ‘garis keras’ yang loyal dan sudah mendarah daging dengan merek mereka seperti Harley-Davidson hingga busana streetwear, Supreme.

Eksklusivitas dan loyalitas konsumen ini hadir dari hubungan yang dibangun dengan komunitas. Hal itu adalah cara yang sangat efisien untuk mengembangkan massa. Saat kamu membangun animo dengan mempromosikan komunitas yang tidak terlalu terkenal, tapi memiliki banyak anggota yang rasa loyalitas serta solidaritasnya besar, di situ biasanya tercipta fans ‘garis keras’.

Jadi, itulah alasan kenapa branding sangat penting untuk sebuah merek. Kira-kira bagaimana pendapat kamu? Ada pandangan lain terkait seberapa penting branding untuk sebuah usaha? Apakah warung sembako perlu di-branding? Tulis pendapat kamu di kolom komentar ya!

Diskon hingga 50%
Spesial untuk Mitra Baru

DAFTAR SEKARANG!
Diskon hingga 50%, Spesial untuk Mitra Baru DAFTAR SEKARANG!