26Feb

Tips Ampuh Sukses Bisnis Warung Sembako di Komplek

Sembako atau sembilan bahan pokok selalu dibutuhkan oleh semua orang. Nah, jualan warung sembako bisa dijadikan peluang usaha lho. Apalagi, kamu juga bisa jual sembako di komplek rumahmu sendiri! Asik banget deh bisa jualan sambil nyantai di komplek dan ketemu sama tetangga-tetangga di blok lain juga. Tapi, ada hal-hal yang perlu kamu perhatiin nih kalau mau buka warung sembako di komplek rumah. Yuk kita bahas bareng-bareng tips ampuh sukses bisnis warung sembako!

 

1. Perhatikan pemilihan lokasi usaha kamu

Sebagaimana usaha lain pada umumnya, membuka usaha warung sembako juga perlu memilih lokasi yang pas dan strategis. Kamu bisa menentukan apakah ingin membuka warung di depan rumah sendiri, di gang perempatan jalan komplek, atau di depan komplek nya langsung. Yang terpenting, lokasi yang dipilih memang banyak dilalui oleh warga sekitar sehingga, warung kamu akan banyak dikunjungi oleh pembeli. Coba deh bayangin gengs, kalau misal kamu buka warung di ujung gang komplek yang sepi. Bisa-bisa kamu akan merugi karena warung akan sepi pengunjung.

Buka warung di depan rumah juga bisa dilakukan dan bahkan lebih praktis. Soalnya, kamu tinggal duduk di depan rumah sambil menunggu pembeli berdatangan. Kamu juga gak perlu bayar sewa kios lagi deh. Warung juga bisa lebih diawasi karena hanya di depan rumah. Tapi, ada kekurangannya juga nih, kalau buka warung di depan rumah yang jalanannya sepi atau gak dilalui oleh jalan utama, kemungkinan besar warung kamu akan sulit dikunjungi pembeli.

 

2. Kualitas produk dan pelayanan perlu diutamakan ya!

Nyari tempat udah dapet, sekarang giliran kamu memperhatikan kualitas produk dan pelayanan. Percuma aja kalau tempat jualan kamu strategis, tapi saat pembeli berdatangan eh produk yang dibeli gak sesuai harapan. Udah gitu penjualnya judes dan mulutnya pedes. Hiy, males banget gak sih beli di warung kayak gitu? Kamu sendiri pastinya gak mau kan belanja di warung yang produk dan pelayanannya jelek banget. Makanya, kalau kamu punya warung, kamu harus perhatiin bener-bener kualitas produk dan pelayanan.

Selalu perhatikan stok barang di warung kamu. Contohnya nih, kalau kamu jual telur ayam. Selalu cek apakah telur yang kamu jual masih segar alias belum busuk. Kamu juga gak mau kan mengecewakan pelanggan dengan telur busuk yang gak sengaja terjual? Pelanggan jadi males belanja ke kamu, kamu juga bakalan jadi rugi. Kamu juga harus selalu ramah dan ceria menyapa pelanggan. Kalau judes-judes, bisa-bisa gak cuma warung kamu yang bangkrut, tapi juga kamu jadi omongan tetangga sekomplek rumah karena kamu cemberut terus hehehe.

 

3. Carilah tempat grosiran yang murah biar bisa untung besar

Namanya juga punya warung, pastinya kamu harus mengisi stok barang di warungnya. Untuk mengisi stok barang, biasanya kita bisa membeli di tempat grosiran. Nah, pilih tempat grosiran yang murah sehingga akan menekan modal yang kamu keluarkan. Kalau modal yang kamu keluarkan sedikit, maka kamu bisa mendulang keuntungan yang banyak.

Tapi inget, murah aja gak cukup, gaes! Kamu juga harus perhatikan kualitas produk yang mereka sediakan. Kamu juga gak mau kan menyediakan produk dengan kualitas yang rendah untuk pelanggan?

 

4. Tapi perhatikan juga lokasi tempat grosiran pilihanmu

Kalau ada tempat grosiran yang murah, produk yang dijual juga bagus, pastinya bikin hati jadi senang bukan kepalang. Eh, sayangnya tempat grosiran tadi jauh banget! Nah, kalau tempat grosirannya jauh, otomatis biaya operasional akan tinggi. Biaya operasional yang tinggi juga akan mempengaruhi harga jual barang kamu di warung nantinya.

Kalau mau lebih simpel, kamu bisa beli stok sembako di warung kamu via online. Kamu bisa lho beli stok barang di GrabKios. Dijamin mantul alias mantap betul!

 

Tadi tips nya kan udah. Nah sekarang, cek juga analisa usaha bisnis warung sembako di bawah ini ya:

 

1. Modal awal

Etalase, meja, dll: Rp1.200.000,-

Alat seperti rak, kalkulator, dll: Rp 900.000,-

Stok Produk: Rp4.000.000,-

TOTAL: Rp4.500.000,-

 

2. Biaya operasional

Belanja dagangan: Rp4.000.000,-

Biaya listrik, air, dan lainnya:  Rp200.000,-

Transportasi belanja dagangan: Rp150.000,-

Biaya lain-lain: Rp200.000,-

TOTAL: Rp 4.750.000,-

 

3. Omzet per bulan

Omzet harian rata-rata  Rp300.000,-

Omzet bulanan @ Rp300.000,00 x 30 hari = Rp9.000.000,-

Keuntungan bersih per bulan Rp9.000.000,- – Rp4.750.000,- =  Rp 4.250.000,-

 

Bisnis warung sembako terbilang besar keuntungannya karena sembako dibutuhkan oleh masyarakat setiap harinya. Makanya, bisnis sembako sering mengambil margin yang kecil sekitar Rp100,- – Rp500,- / Kg dengan harapan hasil penjualan yang banyak.

 

Bagaimana? Kamu tertarik membuka usaha warung sembako di komplek rumah? Atau kamu udah punya warung sembako sendiri? Kalau kamu udah punya warung sendiri, boleh dong bagi-bagi tips jualan di kolom komentar ya!

Terima kasih telah berkunjung ke thread ini. Semoga bermanfaat, gengs!

 

Sumber: www.usaharumahan19.com/2014/10/bisnis-rumahan-warung-sembako-dengan.html

 

Diskon hingga 50%
Spesial untuk Mitra Baru

DAFTAR SEKARANG!
Diskon hingga 50%, Spesial untuk Mitra Baru DAFTAR SEKARANG!